Beranda Sejarah Umar Bin Khattab, Sang Khalifah Anti Nepotisme

Umar Bin Khattab, Sang Khalifah Anti Nepotisme

312
0

Sosok Sahabat Umar bin Khatab merupakan khalifah anti nepotisme. Dalam era kepemimpinannya tak sekalipun memberikan kursi jabatan pada sanak familinya. Hal ini patut dijadikan teladan bagi seluruh umat Muslim di dunia.

Siapa tak kenal dengan sosok sahabat rasul yang menjadi khalifah kedua pasca wafatnya Nabi Muhammad SAW ini. Umar bin khatab bin Nufail bin Abdil Uzza bin Ribaah bin Qarth bin Rasaah bin Ady bin Ka’b. Sahabat yang mendapat julukan dari Rasulullah al-Faruq / sang pembeda.

Al Faruq tersemat terhadapnya lantaran kecerdasan dan kemampuannya untuk membedakan antara haq dan bathil, baik mupaun buruk. Tak hanya itu, Umar juga dikenal sebagai sahabat yang bergelar Amirul Mukminin / pemimpin orang beriman.

Tak mengherankan tatkala menjalankan roda kepemimpinan, Ia lebih mengedepankan prestasi, sehingga seorang pejabat bisa terpilih lantaran prestasi dan kapabilitasnya dalam sebuah roda pemerintahan.

Selama memimpin umat Islam kurang lebih 10 tahun (634-644 Masehi), era kepemimpinannya banyak memunculkan ilmu dan gagasan dalam khasanah perpolitik terutama di dunia Islam.

Pada masanya, Umar sangat mengedepankan tatanan demokrasi dengan alasan bahwa masyarakat mempunyai hak dan kesempatan yang sama untuk andil dalam sebuah pemerintahan.

Umar dalam sitem pemerintahan memberikan perubahan atas pendahulunya yakni pada bidang administrasi negara yang menjadi kekuatan politik bagi pemerintahan Islam masa itu.

Atas idenya, sejarah mencatat masa kepemimpinan Umar menjadi periode emas dimana Islam mencapai kejayaan bidang politik dan kesejahteraan dibanding Kalifah sebelum maupun sesudahnya. Tentunya dengan kelebihan masing-masing yang dimiliki.

Pada masa ini sistem gaji dan pajak tanah mulai diberlakukan. Serta pendirian pengadilan dalam rangka memisahkan lembaga yudikatif dan eksekutif. Sementara itu, dalam menjaga keamanan dan ketertiban dibentuklah barisan kepolisian dan lain-lain.