Beranda Agama Sembilan Kitab Induk Dalam Studi Hadis

Sembilan Kitab Induk Dalam Studi Hadis

294
0

A. kitab-kitab induk hadis:

1. Kitab Sahih Al-Bukhari.Kitab Sahih Muslim.
2. Kitab Al-Muwatta’ Imam Malik.
3. Kitab Musnad Ahmad ibnHanbal.
4. Kitab Al-Umm Al-Syafi’i.
5. Kitab Sunan Sunan Ad-Darimi.
6. Kitab Sunan Abu Daud.
7. Kitab Sunan Al-Nasa’i.
8. Kitab Sunan Ibnu Majah.

B. Kelebihan dan Kekurangan Kitab Induk Hadis

1. Kitab Sahih Al-Bukhari

Kitab Shahih Bukhori adalah kitab hadis yang paling shahih sesudah al-Qur’an, menurut kesepakatan ulama dan telah disepakati oleh mayoritas ulama hadis. Meskipun termasuk kitab hadis yang paling shahih, kitab ini tidak terlepas dari kekurangan. Tetapi kelemahan ini bisa ditutupi oleh kelebihannya. Dibawah ini akan dijelaskan kelebihan dan kekurangan dari kitab shahih bukhari.

Banyak Sekali kelebihan dari kitab Shahih Bukhari, diantaranya:

a. Terdapat pengambilan hukum fiqih.

b. Perawinya lebih terpecaya.

c. Memuat beberapa hikmah.

d. Banyak memberikan faedah,manfaat dan pengetahuan.

e. Hadis-hadis dalam Shahih Bukhori terjamin keshahihannya karena Imam Bukhari mensyaratkan perowi harus sejaman dan mendengar langsung dari rawi yang diambil hadis darinya. Dan dari informasi yang disampaikan oleh salah seorang muridnya yang bernama al- Filbari bahwa ia pernah mendengar Muhammad ibn Isma’il al- Bukhari berkata: Aku menyusun Al-Jami’ al-Musnad al-Shtihih ini di Masjidil al-Haram, aku tidak memasukan sebuah hadispun ke dalam kitab itu sebelum aku shalat istikharah dua rakaat setelah itu aku baru betul-betul merasa yakin bahwa hadis tersebut adalah hadis shahih.

f. Kitab shahih Bukhari berisikan hadis shahih semuanya, atas pengakuan beliau sendiri” Saya tidak memasukkan dalam kitabku ini, kecuali shahih semuanya”.

Kelemahan Shahih Bukhari:

a. Kitab Shahih Bukhari memuat hadis Aisyah mengenai kasus tersihirnya Nabi yang dilakukan oleh Labid ibn A’syam. Menerima hadis tentang tersihirnya Nabi akan membahayakan prinsip ‘Ismah al-Nabawi. Selain itu, dengan menerima hadis tersebut berarti ikut membenarkan tuduhan orang-orang kafir bahwa kita hanya mengikuti seorang yang terkena pengaruh sihir,padahal tuduhan tersebut telah didustakan oleh Allah SWT.

b. Adapun kekurangan yang lain dari kitab shahih bukhari yaitu bahwa kitab Shahih Bukhori tidak memuat semua hadis shahih sebagaimana yang dikatakan oleh Imam Bukhori.

2. Kitab Sahih muslim

Kitab Sahih Muslim oleh para ulama hadis dinilai dan dikategorikan sebagai salah satu kitab rujukan standar dari banyaknya koleksi kitab hadis. Imam Muslim dikenal sangat tawadhu’ dan wara’ dalam ilmu itu telah meriwayatkan puluhan ribu hadits.

Beberapa kelebihan kitab Sahih Muslim adalah :

a. Susunan isinya sangat tertib dan sistematis, pemilihan redaksi (matan) hadisnya sangat teliti dan cermat, Seleksi dan akumulasi sanadnya dijalankan dangan seksama tidak tertukar-tukar, serta tidak lebih dan tidak kurang, menempatkan hadis ke dalam tema tertentu dengan baik, beliau dalam menghimpun matan-matan hadis yang satu tema lengkap dengan sanad-sanadnya pada satu tempat, tidak memotong atau memisah-misahkannya dalam beberap bab yang berbeda serta tidak mengulang-ulang penyebutan hadis.

b. Telah diakui oleh para ulama bahwa shohih Bukhari adalah seshahih-shahih kitab hadits dan sbesar-besar pemberi faedah, dan shohih Muslim adalah secermat-cermat isnadnya, dan sekurang-kurang pengulangannya.

Kekurangan dari kitab Sahih Muslim, diantaranya:

a. Imam Muslim sering mencantumkan sanad hadis yang berbeda jalurnya.
b. Matan Sahih Muslim tidak sesuai dengan fakta historis.
c. Terdapat hadis maqlub, yakni hadis yang berbeda dengan hadis lain dikarenakan adanya pemindahan atau tukar menukar, yang terjadi pada kata-katanya.
d. Kesahihan hadis yang dipakai Imam Muslim lebih longgar. Imam Muslim tidak mensyaratkan adanya pertemuan antara guru dan murid bagi perawi hadis dalam kitabnya. Tetapi beliau hanya mensyaratkan bahwa guru dan murid yang meriwatkan hadis tersebut pernah hidup dalam satu masa, maka riwayatnya sah.
e. Dalam menyusun dan memasukkan hadis-hadis kedalam kitab Sahihnya Imam Muslim tidak menjelaskan syarat tertentusecara eksplisit.

3. Kitab Al-Muwatta’ Imam Malik

Kitab al-Muwatta’ karya Imam Malik adalah kitab hadis tertua yang lahir pada masa pembukuan dan kodifikasi hadis yang masih bisa kita jumpai sampai saat ini. Pada zamannya kitab ini biasa di bilang sebagai kitab yang paling mu’tabar.

Kelebihan Kitab al-Muwatta’:

a. Kitab hadis yang bersistematika fiqh.
b. Metode yang dipakai adalah metode pembukuan hadis berdasar klasifikasi hukum islam dengan mencantumkan hadis yang berasal dari Nabi, berasal dari sahabat dan berasal dari tabiin, ijm’ ahlul Madinah dan pendapat Imam Malik.
c. Seluruh hadis yang diriwayatkan Imam Malik adalah shahih.
d. Sebagian ulama’ berpendapat bahwa al-muwatta’lebih sahih dari Sunan ibn Majjah atau bahkan menempati peringkat pertama dalam hal kesahihan setelah Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim.
e. Kemunculan al-muwatta’ merupakan sebuah kemajuan dalam bidang hadis.

Kekurangan Kitab al-Muwatta’:

a. Dalam menuliskan kitabnya, Imam Malik sering menuliskan peristiwa yang terjadi saat kitab itu ditulis.
b. Hadis dalam kitab ini, tidak semuanya shahih, namun terdapat pula hadis dhaif didalamnya.

4. Kitab Musnad Ahmad ibn Hanbal

Kelebihan Musnad Ahmad ibn Hanbal:

a. Hadis-hadis dalam musnad Ahmad semuanya bisa dijadikan Hujjah, hal tersebut dijelakan sendiri oleh Ibnu Hambal dalam kitabnya.
b. Merupakankitab termasyhur dan terbesar pada periode kelima perkembangan hadis.
c. Ahmad ibn Hanbal sangat hati-hati dalam menerima kebenaran sanad dan matan Hadis.
d. Dalam kitab Musnad tersebut terdapat Hadis sahih, hasan dan maudhu’.

Kekurangan musnad ibn Hanbal:

a. Cenderung terlalu tekstual dalam memahami Al Qur’an maupun hadis.
b. Kurang peduli terhadap sanad hadis.
c. Ibnu Hambal kurang memperhatikan sanad hadis, karena menurutnya, hadis dikatakan sah apabila telah menggambarkan karakter yang seungguhnya dari Nabi.

5. Kitab Sunan Ad-Darimi

Kelebihan Kitab Sunan ad-Darimi:

a. Menempati posisi yang tinggi dikalangan ulama ahli hadis.
b. Dengan sebatas mengetahui salah satu kosa kata dalam hadis sudah dapat kita gunakan untuk mentakhrij.
c. Terdapat informasi rinci tentang nama kitab, bab, dan nomor hadis.

Kekurangan Kitab Sunan ad-Darimi:

a. Ad-Darimi tidak menyatakan secara eksplisit kriteria-kriteria tertentu yang ia pakai untuk menyaring h adis-hadis yang ia masukan kedalam kitabnya tersebut.
b. Imam ad-Darimi dalam menyusun kitab ini laksana sistematika yang digunakan penyusun kitab-kitab fiqih, sehingga tidak bisa di hindari adanya pengulangan hadis.
c. Hadis yang ditampilkan terkadang tidak sesuai secara persis dengan yang cari, jika terdapat pengurangan dan penambahan kata dalam matan.
d. Kitab ini tidak banyak dikenal, karena kitab hadis ini tidak banyak mengemukakan tambahan hadis dari apa yang sudah ada dalam al-kutub al-sitah, dan isi kandungannya memuat asar, muquf dan maqtu.5

6. Kitab Sunan Al-Tirmizi

Kelebihan dari Kitab Sunan Al-Tirmizi:

a. Dalam kitab ini terdapat berbagai faedah dalam bidang fiqih dan hadits yang tidak ada dalam kitab yang lain dan hukum-hukumnya lebih tertib.
b. Dalam akhir kitab beliau menerangkan bahwa semua hadits yang terdapat dalam kitab ini adalah ma’mul (bisa diamalkan).
c. Imam Tirmidzi tergolong dalam kelompok “Tsiqah” atau orang-orang yang dapat dipercayai dan kukuh hafalannya,
d. Imam Tirmidzi di dalam Al-Jami’-nya tidak hanya meriwayatkan hadith shahih semata, tetapi juga meriwayatkan hadits-hadits hasan, da’if, garib dan mu’allal dengan menerangkan kelemahannya.

Kelebihan Kitab Sunan Al-Tirmizi:

Imam al-Tirmizi tidak memberikan definisi yang pasti tentang hadis hasan sehingga menimbulkan perbedaan pendapat antara ulama.

7. Kitab Sunan Abu Daud

Kelebihan Kitab Sunan Abu Daud:

a. Para ulama memberikan pujian kepadanya dan menyebutkan bahwa beliau memiliki hafalan yang sempurna, pemahaman yang kuat, dan seorang yang wara.
b. Kitab Sunan Abu Daud adalah sebuah kitab yang mulia yang belum pernah disusun oleh sesuatu kitab yang lain yang menerangkan hadis-hadis hukum sepertinya. Para ulama menerima baik kitab sunan tersebut, kerana ia hanya menjadi hakim antara ulama dan para fuqaha’ yang berlainan mazhab. Kitab itu menjadi pegangan ulama Irak, Mesir, Moroko, dan negeri lain.
c. Abu Daud telah menghimpun segala macam hadis hukum dan menyusunnya dengan sistematik yang baik dan indah, serta membuang hadis yang lemah.
d. Imam Abu Daud menyusun kitabnya di Baghdad. Keutamaan penyusunan kitabnya adalah berkaitan dengan masalah hukum, jadi kumpulan hadisnya lebih berfokuskan kepada hadis yang berkaitan hukum.

Kekurangan Kitab Sunan Abu Daud:

a. Abu Dawud tidak menjelaskan secara terperinci tentang kriteria shahih dan da’if dalam kitabnya.
b. Adanya kemiripan Abu Daud dengan Imam Hambali dalam hal bertoleransi terhadap hadis yang dha’if yang mana sebilangan kalangan ulama yang lain menilai hadis tersebut sebagai dha’if.
c. Hadits-hadits yang dihimpun dalam Sunan Abu Dawud hanya hadits-hadits fiqh saja.
d. Perlu meneliti lebih lanjut tentang kualitas hadis yang terhimpun dalam kitab ini, karena walaupun sudah dicantumkan tentang keterangan hadits akan tetapi masih diperlukan pemahaman yang mendalam agar mengetahui kualitas hadits yang terhimpun.

8. Kitab Sunan Al-Nasa’i

Kelebihan Kitab Sunan Nasa’i:

a. Kitab yang paling sedikit hadis-hadis dla’ifnya. Derajatnya lebih tinggi dari sunan Abu Dawud, sunan At Turmudzi, bahkan ada yang mengatakan rijalul hadits yang dipakai lebih tinggi nilainya daripada yang dipakai Imam Muslim.

b. Dalam menilai integritas rijalul-hadis seperti dikemukakan oleh Abu Ali al-Naisaburi cenderung lebih hati-hati dan lebih ketat dari pada cara yang ditempuh oleh Imam Muslim.

c. Sangat sedikit jumlah satuan perawi dalam Sunan al-Nasa’i yang dicurigai lemah, terbukti banyak perawi yang dikoleksi hadis-hadisnya oleh Imam Abu Dawud dan Imam al-Turmudzi justru dikesampingkan dan ditolak oleh Imam al-Nasai.

d. Dalam Sunan al-Nasai sebenarnya banyak dijumpai hadis dha’if, mu’allal dan munkar. Dengan demikian derajat kedudukan Sunan al-Nasa’i tetap pada jajaran khutub al-Khamsah (usul al-Khamsah) yang penempatan rengkingnya berada dibelakang sahihain (al-Jami’ al-Bukhari dan Shahih Muslim), yang dari segi dukungan mutu hadis setara dengan koleksi Sunan Abu Dawud.

Kekurangan Kitab Sunan nasa’i:

a. Dalam Sunan al-Nasai sebenarnya banyak dijumpai hadis dha’if, mu’allal dan munkar.
b. Kitab Sunan An Nasa’i adalah kitab yang kurang mendapat syarah dibandingkan kitab sunan yang lain.

9. Kitab Sunan Ibnu Majah

Kitab ini menyajikan sedikit sekali pengulangan, dan merupakan salah satu yang terbaik dalam pengaturan bab dan sub bab, suatu kenyataan yang diakui oleh banyak ulama.

Kelebihan kitab Sunan Ibnu Majah:

a. Keunggulan kitab ini adalah terletak pada cara pengemasannya.
b. Memuat hadis-hadis yang tidak ditemukan dalam kutub al-khamsah.
c. Jumlah pasal-pasal dalam kitab sunan Ibn Majah banyak dan ditata dengan baik dengansedikit sekali adanya pengulangan.
d. Kitab Sunan seluruhnya shahih dan sebagiannya ma’lul dan yang dinamakan al Mujtaba, semua hadisnya shahih.
e. Kitab yang paling sedikit hadis-hadis dla’ifnya.
f. Derajatnya lebih tinggi dari sunan Abu Dawud, sunan At Turmudzi, bahkan ada yang mengatakan rijalul hadits yang dipakai lebih tinggi nilainya daripada yang dipakai Imam Muslim.

Kekurangan kitab Sunan Ibnu Majah:

a. Minimnya informasi atas hadis-hadis yang dinilai da’if dan maudu’.
b. Dalam kitab ini terdapat hadis-hadis yang bernilai da’if, munkar, batil, dan bahkan maudu, ibnu Majah pun tidak menjelaskan sebab-sebabnya.
c. Hadis yang disebut dalam kitab hadisnya tidak hanya hadis sahih, melainkan berbagai macam hadis yang dalam keadaan cacat.

BAB III
PENUTUP

Kesimpulan

Kitab induk hadis yang masyhur diantaranya adalah:

1. Sahih al-Bukhari adalah seorang ahli hadis yang mendapatkan gelar tertinggi, yang disepakati para ulama sebagai pengarang kitab yang tersahih yaitu setelah al-Qur’an.

2. Kitab Sahih MuslimOleh para ulama hadis dan dikategorikan sebagai salah satu kitab rujukan standar dari banyaknya koleksi kitab hadis.

3. Kitab Al-Muwatta’ Imam Malik
Sebagian ulama’ berpendapat bahwa al-muwatta’lebih sahih dari Sunan ibn Majjah atau bahkan menempati peringkat pertama dalam hal kesahihan setelah Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim.

4. Kitab Musnad Ahmad ibn Hanbal
Hadis-hadis dalam musnad Ahmad semuanya bisa dijadikan Hujjah dan merupakan kitab termasyhur dan terbesar pada periode kelima perkembangan hadis.

5. Kitab Sunan ad-Darimi
Menempati posisi yang tinggi dikalangan ulama ahli hadis.

6. Kitab Sunan Al-Tirmizi
Imam Tirmidzi tergolong kelompok orang-orang yang dapat dipercayai dan kukuh hafalannya dan semua hadits yang terdapat dalam kitab ini bisa diamalkan.

7. Kitab Sunan Abu Daud
sebuah kitab yang belum pernahdisusun oleh kitab yang lain yang menerangkan hadis-hadis hukum sepertinya. Beliau menjadi hakim antara ulama dan para fuqaha’ yang berlainan mazhab.

8. Kitab Sunan Nasa’i
yang derajatnya lebih tinggi dari sunan Abu Dawud, sunan At Turmudzi, bahkan ada yang mengatakan rijalul hadits yang dipakai lebih tinggi nilainya daripada yang dipakai Imam Muslim.

9. Kitab Sunan Ibnu Majah
Kitab ini memiliki keunggulan dalam cara pengemasannya serta memuat hadis-hadis yang tidak ditemukan dalam kutub al-khamsah.

Daftar Pustaka

Abdurrahman , M. Studi Kitab Hadis. Yogyakarta: Teras, 2003.
Abdul Mahdi, Abu Muhammad. Metode Takhrij Hadis. Semarang: Dina Utama, 1994.
Ash-Shiddieqy, Hasbi. Pokok-Pokok Ilmu Dirayah Hadis Jilid II. Jakarta: Bulan Bintang, 1987.
Rahman, Fat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here