Beranda Sejarah Sejarah Perkembangan Ilmu Pengetahuan Islam

Sejarah Perkembangan Ilmu Pengetahuan Islam

1810
2

Islam datang dengan membawa ilmu, kita semua tahu bahwa Islam pertama kali turun di suatu tempat dengan keadaan masyarakat terbelakang. Kemudian Allah mengutus rasul dari golongan mereka untuk memberikan penerang yang mengubah dari zaman jahiliyah menjadi beradab dan berilmu. Kedatangan Islam bukanlah untuk orang-orang Arab saja melainkan untuk seluruh manusia alam semesta.

Di lihat dari sejarahnya bahwa Allah mengutus Nabi Muhammad SAW dengan wahyu pertama melalui malaikat Jibril dengan perintah untuk “membaca”.  Hal ini diulang berkali-kali hingga nabi bisa menerima wahyu tersebut. Dari kata “bacalah” (Iqra) mengandung tafsiran yang beragam mulai dari menelaah, mempelajari, membaca teks dan lain sebaginya. Dengan adanya redaksi yang demikian menandakan bahwa umat Islam untuk selalu membaca, karena membaca sendiri merupakan jembatan kepemahaman.

Demikianlah sekelumit tentang awal mula ilmu dalam Islam sebagai pengantar untuk memasuki pembahasan inti yakni sejarah perkembangan ilmu dalam dunia Islam. Amsal Bahtiar dalam bukunya mengklasifikasikan perkembangan ilmu berdasarkan beberapa zaman.

  1. Masa Islam Klasik

Ilmu telah ditekankan sejak awal Islam mulai dari masa Nabi sampai masa khulafaurrasyidin. Pada periode ini perkembangan ilmu sangatlah pesat mengikuti perkembangan zaman. Selanjutnya dalam sejarah Islam klasik terdapat fitnah yang sangat besar yang berdampak pada terpecahnya Islam menjadi beberapa golongan teologis yang disebabkan karena permasalahan-permasalahan politis. Saat itu muncul aliran syi’ah yang membela Ali, Aliran Khawarij dan kelompok Muawiyah. Sehingga dapat dikatakan bahwa dalam awal sejarah Islam kajian-kajian tentang teologi memang sudah berkembang.

Selanjutnya karena masuknya unsur-unsur dari luar Islam khususnya unsur-unsur budaya Perso-Semitik dan budaya Hellenisme. Yang paling mempunyai pengaruh besar ialah Jabariyah dan Qadariyah (antara lain Washil bin Atha dan tokong pendiri Mu’tazilah). Dari perdebatan keduanya kemudian muncullah sebagai penengah dengan menggunakan argumen Hellenisme, terutama filsafat Aristoteles. Penengah antara Jabariah dan Qadriyah yang utama ialah Abu Hasan Al-Asy’ari dan Al-Maturidi.

  1. Masa Kejayaan Islam

Kejayaan Islam khususnya terjadi pada saat masa kekuasaan Dinasti Umayyah dan Dinasti Abbasiyah dengan laju perkembangan ilmu pengetahuan secara pesat. Dari kemajuan ini mampu mengantarkan Islam pada periode keemasan di mana di luar kekuasaan Islam masih berada pada masa kegelapan. Islam pada periode ini terjadilah proses penerjemahan karya-karya filosof Yunani ke dalam bahasa Arab.

Dalam sejarah Islam telah dikenal nama-nama seperti Al-Mansyur, Al-Ma’mun, dan Harun Al-Rasyid, mereka sangat memperhatikan ilmu pengetahuan dalam Islam. Pada masa Al-Mansyur misalnya terjadi proses penerjamahan karya-karya filososf Yunani ke dalam bahasa Arab dengan sangat pesat. Selanjutnya pada tahun 786-809 proses penerjemahan juga masih terus berlangsung ketika masa kepemimpinan Harun A-Rasyid. Ia memerintahkan Yahya ibn Masawayh, seorang dokter istana untuk menerjemahkan buku-buku kuno tentang kedokteran, selain itu juga terjadi penerjemahan dalam bidang astronomi.

Selanjutnya pada masa pemerintahan Al-Ma’mun (813-833), beraliran Mu’tazilah dan seorang rasionalis yang berusaha memaksakan pandangannya kepada rakyat melalui mekanisme negara. Ia memiliki jasa yang sangat besar yaitu dengan membangun Bait al-Hikmah yang terdiri dari perpustakaan, ruang observasi, dan departemen penerjemahan. Tokoh penting dalam Bait al-Hikmah ialah Hunain, seorang murid Masawayh, dengan jasanya menerjemahkan karya-karya Plato, Aristoteles, Galenus, Appolonuis, dan Archimedes. Kemudian pada pertengahan abad 10 muncul penerjmah terkemuka yaitu Yahya ibn A’di (w 974) dan Abu Ali Ishaq ibn Zera (w 1008). Yahya banyak memperbaiki penerjemahan-penerjemahan dan menulis komentar mengenai karya-karya Aristoteles. Seperti Categories, Sophist, Poetics, Metaphysics, dan juga karya-karya Plato seperti Timaesus dan Laws. Yahya dikenal sebagai seorang ahli logika.

Selanjutnya selain tokoh di atas juga kita kenal dengan nama Al-Kindi, Al-Farabi yang melakukan penelitian dalam bidang geometri dan mekanika, selain itu ia juga seorang musikus muslim terbesar dengan karyanya al-Musiqi al-Kabir. Kemudian juga ada beberapa tokoh seperti Ibn Bajah, Ibn Tufayl, dan Ibn Rusyd yang hidup di Andalusia dengan kajian intensif berupa kedokteran. Ibn Rusyd misalnya dalam bidang kedokteran terkenal dengan karyanya al-Kulliyat yang kemudian diterjemahkan kedalam bahasa latin pada pertengahan abad 13 M. tokoh selanjutnya bernama Muhammad Ibnu Zakaria Al-Razi, sebagai dokter terbesar dalam Islam bahkan pada masa abad pertengahan. Terkenal karena orisinil dan pandangannya yang jernih, juga kemampuannya menemukan jenis-jenis penyakit yang belum dikenal sebelumnya. Kitabnya ialah al-Hawi, sebuah kitab yang paling popular diantara kitab-kitab lain mengenai kedokteran Arab yang dikaji oleh bangsa Latin. Demikianlah rentetan nama-nama tokoh yang dapat disebutkan dan sebenarnya masih banyak tokoh-tokoh lain yang memiliki sumbangsih besar dalam kemajuan pengetahuan Islam.

Proses terjadinya penerjemahan dari dunia Islam ke Barat dapat disebabkan karena dua alasan. Pertama sebab kontak pribadi, setelah terjadinya penaklukan Arab atas Persia, Syiria,dan Mesir, orang Kristen di Timur menjalin kontak langsung dengan orang-orang Islam. Mereka hidup dalam kebersamaan toleransi agama yang besar. Mereka juga mengikuti kegiatan intelektual dan kebudayaan yang akhirnya dapat memberikan sumbangsih dalam proses penerjamahan Yunani ke dalam bahasa Arab.

Adanya kontak pribadi ini karena faktor geografis di mana Byzantium berdekatan dengan Islam yang mana dari sini gagasan-gagasan Barat masuk dalam dunia Islam dan juga sebaliknya. Alasan kedua, adanya kegiatan penerjemahan.tidak dapat dipungkiri kebudayaan Islamlah yang telah mendorong orang-orang Latin untuk melakukan penerjemahan.

  1. Masa Keruntuhan Tradisi Keilmuan Islam

Hal yang paling menyedihkan dalam umat Islam ialah pada abad ke-18 dan umat Islam mendapatkan catatan buruk secara menyeluruh. Memasuki abad 18 dunia Islam mengalami kemunduran pada tingkat terendah yang kemudian umat Islam menjadi bangsa terjajah oleh bangsa-bangsa Barat. Iqbal menyatakan bahwa salah satu penyebab utama kematian semangat ilmiah di kalangan umat Islam adalah diterimanya paham Yunani mengenai realitas pada pokok-pokonya bersifat statis, padahal Islam sendiri adalah dinamis dan berkembang. Selanjutnya ia mengungkapkan bahwa semua aliran pemikiran Muslim bertemu dalam suatu teori Ibn Miskawaih mengenai kehidupan sebagai suatu gerak evolusi dan juga pandangan Ibnu Khaldun mengenai sejarah.

Hal lain yang menyebabkan kemunduran tradisi Islam ialah persepsi yang kelioru dalam memahami pemikiran Al-Ghazali. Kebanyakan orang yang mengecam al-Ghazali karena menolak filsafat seperti yang dituliskannya dalam Tahafut al-falasifah. Selain itu umat Islam juga tidak memperhatikan karya Ibnu Rusyd Tahafut al-Tahafut yang membela Aristotelianisme dan mengecam kritik al-Ghazali kepada filsafat. Oleh karena itu andai saja seseorang meluangkan waktu untuk mengkaji karya Ibnu Rusyd mungkin kemerosotan rasional di kalangan Umat Islam tidak akan separah ini.

Sumber: Bahtiar Amsal, Filsafat Ilmu, Yogyakarta: Rajawali Pers, 2005.

 

2 KOMENTAR

  1. Hi, i read your blog from time to time and i own a similar one and i was just curious if you get a lot
    of spam comments? If so how do you stop it, any
    plugin or anything you can suggest? I get so much lately it’s driving
    me insane so any assistance is very much appreciated.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here