Beranda Filsafat Nasib Filsafat

Nasib Filsafat

139
0

Istilah filsafat mungkin tidak begitu asing lagi bagi kita, apalagi para akademisi tentunya sering mendengar istilah tersebut bahkan pernah mengkajinya dalam bangku perkuliahan. Untuk membicarakan tentang filsafat terlebih dahulu harus kita ketahui definisinya. Perlu diketahui bahwasannya kata filsafat berasal dari kata Yunani filosofia, yang diturunkan dari kata kerja filosofein, yang berarti: mencintai kebijaksanaan. Akan tetapi arti kata ini belum menampakkan hakekat filsafat yang sebenarnya. Sebab “mencintai” masih dapat dilakukan secara pasif saja. Padahal dalam pengertian filosofein itu terkandung gagasan bahwa orang yang mencintai kebijaksanaan tadi, yaitu seorang filsuf, dengan sikap aktif yang selalu berusaha untuk memperoleh kebijaksanaan. Oleh karena itu arti kata filsafat lebih mengarah pada himbauan kepada kebijaksanaan. Dengan kata lain kebijaksanaan itu belum diperoleh yang muncul dari Yunani kuno yaitu philosophia. Philo yang berarti cinta, Sophia: kebijaksanaan. Jadi filsafat adalah cinta kebijaksanaan.

Sejarah ilmu pengetahuan sejatinya tidak dapat dilepaskan dengan namanya filsafat. Di karenakan filsafat sendiri adalah induk dari segala ilmu. Dari filsafat muncullah berbagai disiplin ilmu. Namun karena semakin luasnya filsafat maka para pengkaji ilmu pengetahuan lebih menekankan pada pokok pembahasan yang akan diperdalam. Misal seorang tokoh dalam kajiannya lebih fokus dalam bidang sosial, maka lahirlah istilah filsafat sosial. Dalam bidang sejarah lahir filsafat sejarah, dalam bidang kemanusiaan maka muncullah filsafat manusia, begitupun seterusnya.

Dalam sejarah yang panjang ilmu pengetahuan mengalami perkembangan yang begitu pesat. Ketika muncul seseorang tokoh mutakhir cenderung lebih memfokuskan pada kajian tertentu sehingga tak jarang para pengkaji lupa akan induk dari ilmu pengetahuan tersebut. Misalnya dalam filsafat sosial bergeser menjadi sosiologi. Dalam bangku sekolah setahu kita bahwa sosiologi adalah disiplin ilmu yang berdiri sendiri. Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang gejala-gejala sosial dan permasalahan-permasalahannya. Berangkat dari situlah apa yang kita ketahui terkait ilmu sosial menjadi kurang lengkap. Para pengkaji sosiologi semakin mengklaim bahwa sosiologi adalah sebagai disiplin ilmu yang berdiri sendiri dan bukan bagian dari filsafat. Padahal jika kita telisik lebih mendalam asal muasal cabang-cabang pengetahuan adalah filsafat.

Oleh karena itu dalam periode belakangan akhirnya filsafat mengalami kebingungan terkait topik apa yang akan dikaji, karena disiplin ilmu masing-masing telah memisahkan diri dan filsafat kehilangan lahan. Sehingga dapat dikatakan bahwa tiada lain filsafat bagaikan induk yang kehilangan anak-anaknya sekaligus para tukang kebun yang kehilangan kebunnya sendiri.

Untuk itu bagi para pembaca yang tertarik atau sedang mempelajari disiplin ilmu tertentu, alangkah baiknya terlebih dahulu harus kita ketahui dan pelajari sejarah-sejarah disiplin ilmu yang akan kita kaji dengan tujuan untuk mengetahui asal usul dari disiplin ilmu pengetahuan itu sendiri. Sehingga tidak lagi muncul persepsi terkait disiplin-disiplin ilmu yang berdiri sendiri dan melupakan filsafat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here