Beranda Biografi Tokoh Biografi Jalaluddin Rumi

Biografi Jalaluddin Rumi

299
0

 

Celoteh Filsafat- Maulana Jalaluddin Rumi adalah sosok sufi sekaligus penyair besar sepanjang zaman. Lelaki berasal dari Persia yang separuh hidupnya dibaktikan untuk mencari jalan kebenaran. Seorang tokoh dengan nama lengkap jalaluddin Muhammad bin Muhammad Husein Bahauddin bin Ahmad al-Katibi al-Bahri Takhallus.

Kata Maulana adalah terjemahan dari bahasa Persia Khudawanda Kar, julukan pertama kali yang diberikan oleh ayahnya sendiri. Sedangkan dalam literatur modern Persia dikenal dengan Mevlevi. Selanjutnya julukan “Rumi”, didapatkannya karena semasa hidupnya dihabiskan di (Konya, Turki) dulu di kenal dengan daerah Rum atau Romawi. Kemudian nama Rumi terkenal di negeri barat dengan julukan Rumi.

Beliau lahir  sekitar awal abad 13, tepatnya pada tanggal 6 Rabiul Awal 604 H atau 30 September 1207 M di Balkh, di kenal dengan Afghanistan di masa sekarang. Ketika itu, wilayah tersebut merupakan bagian dari kekuasaan kerajaan Khwarizmi yang beribukota di Bukhara, Transoksiana.

Ayahnya bernama Muhammad atau di kenal dengan Bahauddin walad, seorang tokoh ulama dan guru besar di negerinya , yang masih memiliki keturunan dari  Abu Bakar as-Siddiq. Sedangkan dari garis keturunan ibu, Maulana Rumi merupakan keturunan dari Ali bin Abi Thalib.

Bahauddin walad ayah Rumi adalah pengarang kitab Ma’arif, sebuah ikhtisar panjang tentang ajaran-ajaran rohani yang sangat dikuasainya. Dapat dilihat sangat jelas corak pemikiran dan karya-karya Rumi banyak dipengaruhi ayahnya.

Maulana Rumi kecil sudah terlihat pandai, bahkan ketika memasuki Konya saat umur 7 tahun beliau diajak berkunjung ke wali besar saat itu yang bernama Fariduddin Attar. Dalam perjumpaan pertamanya sang wali besar tersebut berkata: “lihatlah lautan sedang datang dan di belakang lautan ada terdapat samudra”.  Makna lautan disini adalah ayah dari Maulana Rumi, sedangkan samudra adalah Maulana Rumi itu sendiri.

Semasa kecil Maulana Rumi dididik oleh ayahnya sendiri disamping juga oleh guru-guru yang lainnya. Ia mulai mempelajari berbagai disiplin keilmuan diantaranya: Al-quran, tata bahasa Arab, fiqh, ushul fiqh, tafsir, logika, filsafat, matematika, astronimi dan lain sebagainya. Pengetahuannya yang luas dalam kajian keislaman ditunjukkan dalam karya-karyanya yang mendalam.

Semenjak kepergian ayahnya pada 9628 H/ 1231 M, Maulana Rumi telah mengusai berbagai disiplin ilmu tersebut. Kemudian saat menginjak usia 24 tahun ia diminta untuk menggantikan tugas-tugas ayahnya sebagai pendakwa sekaligus sebagai pakar hukum Islam.

Pada tahun 1232, saat tinggal di Konya, datanglah ke kota itu seorang tokoh sufi besar bernama Syeikh Burhanuddin al-Muhaqqiq al-Tirmidhi. Kemudian Maulana Rumi tertarik untuk berguru kepadanya tentang tasawuf. Di bawah bimbingannya, Maulana Rumi mempelajari tasawuf secara gigih dan tekun. Setelah itu ia pergi ke Aleppo dan memperdalam ilmu pengetahuannya di Madrasah Tinggi Halawiyah.

Pada tahun 1242,  Maulana Rumi kembali ke Konya , ia masyhur sebagai guru agama sekaligus memiliki keluasan dalam cabang keagamaan. Ia juga mempunyai madrasah yang jumlah muidnya lebih dari seribu murid. Dalam pembelajarannya ia membagi dalam kategori. Untuk murid umum ia hanya mengajarkan ilmu fiqh dan ushuluddin saja. Sedangkan murid khusus, ia ajarkan ilmu tafsir, ilmu falsafah dan tasawuf.

Namun setelah beberapa tahun mengajar ilmu syariat, Maulana Rumi mulai merasa bosan sebab dalam mempelajari ilmu syariat saja ternyata belum mampu mengubah sikap dan pikiran mereka tentang bagaimana cara mengenal diri sendiri, mengenal manusia dan mengenal Tuhan. Menurutnya manusia akan berubah sikap dan wawasan menjadi luas apabila pikiran dan jiwanya dalam keadaaan tenang, serta selalu positif dalam segala hal. Dalam beragama apapun, watak dan kebiasaanya tak akan berubah apabila seseorang belum mampu mengetahui potensi tersembunyi sebagai makhluk spiritual, yang sesungguhnya dalam diri manusia terpancar cahaya Ketuhanan.

Sejak itulah Maulana Rumi mulai menyadari jika belajar syariat dan falsafah saja belum cukup untuk mendidik seseorang, dan ia mulai menyadari bahwa dalam diri manusia ada kekuatan tersembunyi, dan apabila  jika di gali secara dalam akan mampu memberikan pengetahuan dan kebahagiaan yang tak bertepi. Kekuatan tersebut adalah cinta Illahi.

Maulana Rumi juga berpendapat jika seseorang ingin mengetahui asal usul dirinya dan juga Tuhannya maka seseorang bukan hanya melalui pengaetahuan semata, melainkan harus menempuh melalui jalan cinta.. Cinta adalah pokok dasar penciptaan semesta, ciyana adalah keinginan yang kuat untuk menggapai sesuatu untuk kemudian menjelmakan diri. Dalam hal ini Maulana Rumi mensejajarkan posisi cinta dengan pengetahuan intuitif.

Secara teologis, cinta diberi makna keimanan, yang mengghasilkan haqq al-yaqin, yakni keyakinan yang penuh kepada Yang Haqq. Cinta adalah penggerak kehidupan dan perputaran alam semesta. Cinta sejati, kata Rumi, bisa membawa seseorang ke alam hakikat yang tersembunyi dalam bentuk-bentuk lahiriah kehidupan. Karena cinta dapat membawa kita menuju kebenaran yang tertinggi.

Maulana Rumi meninggal dunia pada 17 desember 1273 M di Konya. pada saat upacara pemakaman, sebagian besar golongan agama hadir dengan membawa kedukaan secara medalam karena telah kehilangan sang pujangga cinta abadi. Hingga saat ini, makamnya masih ramai, dan menjadi pusat ziarah umat manusia dari berbagai aliran dan agama manapun.

Referensi:

Mahbub Jamaluddin, Jalaluddin Rumi: Sang maestro cinta illahi (Perpustakaan Nasional: katalog dalam terbitan (KTD), 2015).

Chittick,terj.Ismail dan Nidjam, 2000

William C. Chittick, Jalan Cinta Sang Sufi: Ajaran-ajaran Spiritual Jalaluddin Rumi,

(Yogyakarta: Qalam, 2001),(alih bahasa oleh Sadat Ismail dan Ahmad Nidjan)

Mahkota Sufi: Menembus Dunia Ekstra Dimensi”

Shopia, Yang Mengenal Dirinya Yang Mengenal Tuhan: Aforisme-aforisme Sufistik

Jalaluddin Rumi (alih bahasa oleh Anwar

Holid), (Bandung: Pustaka Hidayah, 2002)

Munawir, 20 Tokoh Indonesa dan Dunia, (Temanggung: CV raditeens, 2019)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here